Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bicara

Ketika Gusdur Bicara Bahasa Yahudi Ibrani

Gambar
. . . KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan salah satu tokoh yang getol berupaya meletakkan pondasi perdamaian antara Palestina dan Israel dengan menjadi pembicara di forum tertinggi, Kongres Yahudi. Bahkan, Gus Dur membuat para Rabi Yahudi menitikkan air mata karena Gus Dur berpidato dengan menggunakan bahasa Ibrani dengan fasih tanpa teks. Selain itu, pesan perdamaian yang dilontarkan Gus Dur turut memotivasi para Rabi Yahudi bahwa kemanusiaan menjadi faktor penting dalam memandang setiap konflik. Setidaknya, dampak positifnya ialah tidak semua Yahudi mendukung langkah militer Israel ke Palestina. Kisah para Rabi Yahudi menangis oleh pidato Gus Dur dikisahkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim. “Dulu Gus Dur malah jadi pembicara utama Kongres Yahudi di Israel,” ungkap Kiai Luqman, dikutip NU Online, Senin (11/6) lewat akun twitter pribdainya @KHMLuqman menanggapi polemik ramainya Gus Yahya yang menjadi pembicar...

Larangan Bicara Kotor Saat Puasa

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi' berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Ibnu Abu Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari Bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, bodoh dan melakukannya, maka Allah tidak butuh meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya. " HR. Ibnu Majah

Kisah Seorang Pelacur & 3 Bayi Yang Bisa Berbicara

Gambar
Kisah Seorang Pelacur & 3 Bayi Yang Bisa Berbicara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau telah bersabda: "Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: bayi Isa bin Maryam, dan bayi dalam perkara Juraij." Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; 'Hai Juraij! ' Juraij bertanya dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku? ' Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah. Kemudian ibunya memanggilnya; 'Hai Juraij! ' Kata Juraij dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku? ' Lalu...

Visitor

Online

Related Post